Google Stadia, Layanan Gaming Masa Depan

Ahmad Aryanto
Total
0
Shares

PonselNow –  Google mencoba mengubah industri game di dunia dengan memamerkan Stadia, platform cloud gaming anyar buatannya. Platform ini dijanjikan akan mengubah industri game secara keseluruhan, yaitu bagaimana game itu dijual, didistribusikan, dan bahkan proses pembuatannya.

Google pun memprediksikan kalau masa depan game ada di cloud. Memang, masih banyak hal yang belum diungkap Google mengenai Stadia. Utamanya adalah bagaimana model bisnis yang akan mereka terapkan di platform tersebut.

Model bisnis Stadia ini, menurut Bos divisi Stadia Phil Harrison, baru akan diungkap setidaknya pada musim panas 2019 ini. Yaitu bagaimana mereka menjual layanan ini, atau mungkin bagaimana developer bisa memperoleh uang dari layanan ini.

“Saya pikir ini adalah perubahan fundamental dalam industri game. Selama 40 tahun terakhir kita sudah mempaketkan media dan game dari tahu 1970an sampai sekarang, game adalah perangkat-sentris,” ujar Harrison dalam wawancaranya dengan The Verge.


Belum dirilis, layanan cloud gaming Google Stadia sudah digadang-gadang bisa mengancam eksistensi konsol game lain, salah satunya Xbox-nya Microsoft. 

“Game berbentuk disk, atau cartridge, atau kaset, atau diunduh, atau mereka dibuat secara spesifik untuk memanfaatkan atau terbatas pada limitasi dari perangkat tertentu,” ujarnya.

Hal itulah yang coba diubah oleh Google, dengan membuat satu platform di mana developer game bisa mempublikasikan gamenya, dan game itu kemudian bisa dimainkan di berbagai platform yang didukung oleh Stadia.

“Kami mengubah hal itu dengan memberikan data center ke developer game dan sepenuhnya tak mempedulikan perangkat. Jadi, tidak, kami tidak membutuhkan konsol dan itu adalah intinya,” ujar Harrison.

Dengan Stadia ini, kamu dikatakan hanya tinggal menekan tombol “Play” di akhir video YouTube. Lalu dalam lima detik saja, kamu sudah bisa memainkan game yang seharusnya memiliki spesifikasi berat di perangkat apapun yang kamu gunakan.

Kamu bahkan tidak perlu download atau melakukan instalasi. Laksana Netflix (di mana kamu tinggal memilih film, lalu filmnya diputar di perangkatmu), kamu hanya tinggal memilih game, dan kamu bisa memainkannya langsung.

Baca juga :
Nokia 3.1 Plus Ikutan Hadir di Indonesia
Xiaomi Rilis Black Shark 2 Dengan Spek Gahar
Pixel 4 Kabarnya Akan Mengusung 2 Kamera Belakang?

Meski begitu, Google ternyata lebih tertarik mengenai fitur yang membuat Stadia bisa terintegrasi dengan YouTube dan teknologi live streaming. Fitur ini dinilai bisa membuka jenis game baru lengkap dengan pengalaman bermain secara multiplayer.

“Seharusnya tak melulu soal teknologi. Teknologi memang menjadi tema penting dalam presentasi hari ini. Namun saya berharap kita bisa melanjutkan berbicara soal Stadia di masa yang akan datang, di mana teknologi tak lagi menjadi fokus utama dan fokus utamanya berpindah menjadi cara baru untuk bermain,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Cara Meng-cloning Berbagai Aplikasi di Android

Apa kamu ingin menginstal 2 aplikasi Social media atau games dalam 1 HP? Daripada menunggu orang membuatkannya untuk kamu, mending kamu gandakan aplikasi itu sendiri. Begini nih cara menggandakan aplikasi Android tanpa komputer!
View Post

Microsoft Rilis Messaging App Baru, Kaizala

PonselNow – Meski sudah punya Skype, Microsoft ternyata masih ingin agar aplikasi serupa lain miliknya dipakai banyak orang. Namanya Kaizala, yang dinilai mirip WhatsApp. Dikutip dari ZDNe,Sabtu (10/11/2018), messenger berbasis Azure itu resmi keluar dari “garasi” percobaan Microsoft,…
View Post