Disney+ Siap Lawan Netflix di Platform Streaming

Ahmad Aryanto

PonselNow – Seiring berkembangnya perangkat Smartphone, kini sebagian masyarakat juga gemar untuk menikmati layanan streaming. Bukan cuman di YouTube saja, ada beberapa platform lain yang juga menjadi ladang hiburan oleh sebagian besar kalangan, salah satu diantaranya yakni seperti Netflix, layanan streaming Film Premium yang terkenal akan kualitasnya.

Nah  The Walt Disney Company akan berhadapan dengan Netflix tahun ini, dengan masuk ke bisnis streaming. Disney akan melawan Netflix melalui Disney Plus.

Disney Plus akan diluncurkan pada 12 November 2019. Layanan ini akan dikenakan biaya berlangganan US$6,99/bulan (Rp 98 ribu) atau US$ 69,99/tahun (Rp 990 ribu) pada saat peluncuran. Disney Plus tidak akan menayangkan Film dan acara TV aslinya mencakup Marvel, “Star Wars,” Pixar, dan konten National Geographic. Semua konten akan tersedia untuk diunduh secara offline.

Baru-baru ini, Netflix mengumumkan kenaikan biaya berlangganan di AS.  Paket paling dasar meningkat dari US$8 (Rp 113 ribu) menjadi US$9 (Rp 127 ribu) bulan ini, sementara paket paling populer naik dari US$11 (Rp 115 ribu) menjadi US$13 (Rp 183 ribu). Biaya berlangganan Amazon Prime Video adalah US$8,99/bulan (Rp 127 ribu), dan Hulu tanpa iklan US$11,99/bulan (Rp 169 ribu).

Dalam laporan dari lama CNBC hari Minggu, analis UBS memperkirakan perusahaan juga bisa kehilangan US$ 10 miliar dalam pendapatan lisensi antara Disney dan Fox, yang dibeli Disney seharga US$ 71 miliar, jika menghentikan lisensi kepada pihak ketiga. Disney mengakhiri kesepakatan lisensi dengan Netflix tahun ini.

Disney mengambil alih 30% saham Fox di Hulu dengan merger dan sekarang memiliki mayoritas Hulu sebesar 60%.  Disney juga kemungkinan akan mengejar kepemilikan penuh.

Kevin Mayer, direktur langsung ke konsumen dan internasional Disney, mengatakan pada hari Kamis bahwa perusahaan kemungkinan akan bundel Disney Plus, Hulu, dan ESPN Plus dengan harga diskon.

Kemudian, berdasarkan informasi yang dilansir dari laman CNBC Disney juga mengungkap kalau pihaknya akan berinvestasi sebesar 1 miliar USD pada tahun 2020 mendatang untuk membuat konten asli untuk Disney+. Bukan cuman itu saja, dirinya juga begitu optimis dan memiliki target kalau di tahun 2024 mendatang akan mengeluarkan US$ 2 miliar untuk menggarap proyek serupa. Sedangkan di tahun serupa, Bob Iger juga yakin kalau pelanggannya yang didapat sudah tembus angka 60 – 90 juta pelanggan. So, mampukah layanan Disney+ ini berjalan baik dan menjadi tandaingan Netflix yang begitu ketat? Kita tunggu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Bocoran Paten iPhone Layar Lipat, Keluar Lagi!

PonselNow –  Apple memang sudah santer dikabarkan akan merilis ponsel layar lipat di 2020. Seiring itu pula, beredar sejumlah informasi terkait misteri gadget tersebut. Pekan ini, Apple meng-update paten ponsel layar lipatnya. Ini…
View Post

Cara kirim Stiker di WhatsApp terbaru

PonselNow – Aplikasi besutan Facebook, WhatsApp baru saja merilis fitur terbarunya yakni stiker. Meski sudah dirilis ke publik, akan tetapi pembagiannya belum merata ke pengguna Android maupun iOS. Kami merupakan…
View Post